Mulut tak bisa bicara namun hati terus memberontakAdakah kepekaanmu untuk merasakan kegelisahanku
Kita pernah punya mimpi , namun semua hanya mimpi
Ku tau dan ku yakin itu hanya mimpi yang takkan pernah ada wujudnya
Hingga janji terlontar namun hanya tinggallah janji
Disini aku terdiam
Maju atau mundur atau tetap tinggal dalam kondisi seperti ini
Jalan mana yang menuju masa depanku
Tanpamu atau denganmu ??
Gelap menandakan malam
Mata tak ingin menutup
Hati semakin menyudut dalam kegelisahan
Air mata berlinang membasahi pipi yang tak berdosa
Sekarang . . .
Aku hanya bersabar , menanti mentari mengirimkan cahayanya
Untuk jiwa yang bimbang
0 komentar:
Posting Komentar