BUKAN SEPERTIMU

|

Terkadang jiwa ini lelah menerima ini
Terkadang kuat yang menyeimbangi semua ini
Terkadang  ingin ku mengawali segala rasa
Terkadang semua rasa ini ku bunuh
Terkadang jiwa ini semakin membatu
Dan terkadang jiwa ini runtuh karna panas
Aku ingin lenyap
Tapi ku sadar ini beban berat
Jiwamu datang dan pergi seperti raja
Namun rakyat sepertiku tak mempunyai satu hak untuk mengaturmu
Semua raja akan melakukan apa yang disuka
Namun aku seorang rakyat yang dibawah rajanya
Kau fikir aku hanya sekedar rakyat
Diam dan bertahan
Kau fikir aku babu
Berjalan mengikutimu
Kau fikir aku lonte
Membelaimu dengan rendahku
Jangan kau anggap aku sekedar rakyat
Jangan kau anggap aku babbumu
Dan jangan kau anggap aku seperti lonte
Aku bukan kamu  , memang bukan ..
Karna derajat kita beda .
Namun aku , memang aku ..
Bukan ku ingin pergi
Namun aku ingin dewasa

Melepas keraguan

|

Aku datang dengan membawa harapan dan kekecewaan
Benar ku lepas jemariku sayang
Namun ku takkan melepaskan hatimu
Ku yakin kau bisa melangkah tanpaku
Mungkin hanya dengan separuh nafasmu
Jiwaku tak ingin lagi berlari memburu KASIH SAYANG

Terkadang kemarahan merajut dalam hati
Marah karena hatiku
Marah dengan perasaanku yang mempermainkan jiwaku
Dan lagi – lagi semua menjadikan ragu
Lelahku pada diri ini
Lelahku menjadi wanita lemah
Menunggu lelakiku yang akan menjemputku
Dengan kuda putihnya dan membawa kebahagiaanku

Sekeranjang luka ingin ku bagikan denganmu
Namun tlah teralihkan oleh waktu
Kau menyianyiakan hidupku sayang
Dan lagi kau biarkan kecewa ini
Mewakili dirimu yang tak kunjung berlari