Dulu , untuk sekarang

|

Cinta itu dulu mulai enggan tuk nikmati
Seperti  ketika kita menikmati secangkir kopi pahit di pagi hari
Luntur , seluntur  - luntur nya rasa itu
Pahit , sepahit – pahitnya kopi di cangkir anggun itu
Sampai  hati tak pernah lagi meminta kisah yang indah
Untuk menikmati dunia yang tertancapkan kaki kita
Namun itu dulu ,
Di sebuah jaman yang membiarkan hati kita goyah
Di sebuah peradaban yang tak pernah kita mengerti dimana
Dan ...
Sekaranglah , buah dari hasil kesabaran kita
Mungkin rasa tak seperti pertama kita mengucap janji bersama
Tapi setidaknya kita pernah merasakan hati yang mati
Sungguh ..
Hanya kisah ini yang berputar seperti roda
Mempermainkan perasaan dan kehidupan
Berputar tiada hentinya
Kita akan menemukan kebahagiaan kita

0 komentar:

Posting Komentar